PKN STAI KH. Abdul Kabier Resmi Ditutup, Mahasiswa Rampungkan Pengabdian 40 Hari di Kecamatan Cibadak

Cibadak, Lebak — Rangkaian kegiatan Praktik Kerja Nyata (PKN) STAI KH. Abdul Kabier (STAIKHA) Tahun 2025 resmi ditutup setelah mahasiswa menyelesaikan pengabdian selama 40 hari di wilayah Kecamatan Cibadak. Acara penutupan sekaligus penarikan peserta PKN digelar di Aula Kantor Kecamatan Cibadak, Senin (29/12/2025).

Penutupan PKN dilakukan secara resmi oleh Camat Cibadak, Yusup Atori, S.Pd., yang sekaligus menandai berakhirnya masa pengabdian mahasiswa STAIKHA di lima desa, yaitu Desa Asem, Bojong Cae, Cimenteng, Panancangan, dan Pasar Keong. Sebanyak 53 mahasiswa terlibat dalam kegiatan PKN tahun ini dengan model tinggal bersama masyarakat desa.

Dalam sambutannya, Camat Cibadak Yusup Atori menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa PKN STAIKHA yang telah berbaur dan berkontribusi dalam berbagai kegiatan desa. Ia menilai keberadaan mahasiswa memberi nilai tambah, terutama dalam mendukung aktivitas pemerintahan desa, kegiatan sosial, serta pendampingan masyarakat.

“Kehadiran mahasiswa PKN STAI KH. Abdul Kabier memberikan kontribusi nyata bagi desa. Mereka mampu berbaur dengan masyarakat serta mendukung kegiatan pemerintahan desa, sosial, dan pendampingan masyarakat secara positif,” ujar Yusup saat menutup kegiatan PKN di Aula Kantor Kecamatan Cibadak.

Ketua STAI KH. Abdul Kabier, Dr. H. A. Yury Alam Fathallah, M.Ag., dalam sambutannya menegaskan bahwa PKN merupakan bagian penting dari proses pendidikan mahasiswa. Menurutnya, PKN bukan sekadar kegiatan pengabdian, tetapi ruang belajar nyata bagi mahasiswa untuk memahami kehidupan sosial masyarakat.

“PKN bukan sekadar pengabdian, tetapi ruang belajar nyata bagi mahasiswa untuk memahami kehidupan sosial masyarakat. Dari sinilah karakter, kepedulian, dan kepekaan sosial mahasiswa ditempa,” tegasnya.

Ketua Panitia PKN STAIKHA, Farid Ma’ruf, M.Hum., menyampaikan bahwa PKN dirancang sebagai ruang belajar mahasiswa untuk memahami dinamika masyarakat secara nyata. Menurutnya, mahasiswa tidak diarahkan untuk datang membawa solusi instan, tetapi belajar membaca kebutuhan desa dan bekerja bersama masyarakat.

“Mahasiswa tidak datang membawa solusi instan, melainkan belajar membaca kebutuhan desa dan bekerja bersama masyarakat. Inilah esensi PKN sebagai proses pembelajaran sosial,” jelas Farid.

Selama di lokasi PKN, kegiatan mahasiswa difokuskan pada tiga bidang utama, yaitu penyelenggaraan pemerintahan desa, pemberdayaan masyarakat, serta Pendidikan, Sosial, Budaya, dan Keagamaan (PSBK). Pada bidang pemerintahan desa, mahasiswa terlibat dalam pendampingan administrasi, dokumentasi kegiatan, serta membantu kelancaran pelayanan desa. Di bidang pemberdayaan masyarakat, mahasiswa melaksanakan kegiatan edukatif dan sosial yang disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan desa. Sementara pada bidang PSBK, mahasiswa aktif dalam kegiatan pendidikan nonformal, keagamaan, dan sosial kemasyarakatan.

Selain program-program tersebut, mahasiswa PKN juga melaksanakan kegiatan sosial-keagamaan di desa binaan masing-masing. Jika direkap secara keseluruhan, selama pelaksanaan PKN mahasiswa telah menyalurkan sekitar 500 mushaf Al-Qur’an serta memberikan santunan kepada lebih dari 200 anak yatim di desa-desa lokasi pengabdian.

Melalui kegiatan PKN ini, STAI KH. Abdul Kabier berharap mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman akademik, tetapi juga pembelajaran sosial dan kemasyarakatan yang menjadi bekal penting dalam kehidupan bermasyarakat di masa mendatang.

Dengan berakhirnya kegiatan PKN ini, mahasiswa STAI KH. Abdul Kabier akan melanjutkan tahapan akademik berikutnya, termasuk penyusunan laporan dan evaluasi kegiatan. Pihak kampus berharap kerja sama antara STAIKHA dengan Pemerintah Kecamatan Cibadak dan pemerintah desa dapat terus terjalin pada kegiatan-kegiatan selanjutnya.

RED (RF)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *