Kongres Budaya Banten 2026: Mahasiswa PGMI STAI KH. Abdul Kabier Gaungkan Cinta Budaya dan Nilai Keislaman

Serang, staikha.ac.id – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Semester 3 STAI KH. Abdul Kabier sukses menyelenggarakan Kongres Budaya Banten 2026 yang bertempat di Kampus STAIKHA pada Sabtu (07/02/2026). Kegiatan ini menjadi ruang aktualisasi generasi muda dalam melestarikan sekaligus mengembangkan kekayaan budaya lokal Banten yang sarat dengan nilai-nilai religius dan kearifan lokal.

Kongres ini dihadiri kurang lebih 150 peserta dan tamu undangan yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, serta tokoh masyarakat Kabupaten Serang. Antusiasme peserta terlihat sejak awal hingga akhir kegiatan, menunjukkan besarnya perhatian terhadap pelestarian seni dan budaya daerah.

Dalam rangkaian acara, panitia menghadirkan berbagai perlombaan bernuansa Islami yang bertujuan memperkuat kecintaan generasi muda terhadap seni dan tradisi, di antaranya Lomba Kaligrafi tingkat MI/SD serta Lomba Hadroh tingkat SLTA se-Kabupaten Serang.

Adapun pemenang Lomba Kaligrafi adalah:

  • Juara 1: Ananda Muatiara (SDN Ciburuy)
  • Juara 2: Ananda Zahwa (SDN Majalaya)
  • Juara 3: Ananda Daffa (MI Nurul Falah Kubang)

    Sementara itu, pemenang Lomba Hadroh diraih oleh:

    • Juara 1: MA Darul Amanah Cilayang
    • Juara 2: SMK Shohibul Muslimin Putri
    • Juara 3: MA Daar Ettaqwa

    Selain perlombaan, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni budaya dari mahasiswa STAIKHA, di antaranya Tari Bentang Banten oleh mahasiswa semester 5, lagu “Jereh Bu Guru” oleh mahasiswa semester 3, puisi berantai oleh mahasiswa semester 2, pertunjukan silat oleh mahasiswa semester 3, serta peragaan busana Baduy oleh mahasiswa semester 1. Rangkaian penampilan ini semakin memperkuat semangat pelestarian budaya lokal di lingkungan akademik.

    Ketua Program Studi PGMI, Dirga Ayu Lestari, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga sarana pendidikan karakter.

    “Kegiatan ini bukan sekadar perlombaan, tetapi juga sarana menanamkan nilai-nilai keislaman, kreativitas, dan cinta budaya kepada generasi muda. Melalui kaligrafi dan hadroh, kita belajar bahwa seni adalah bahasa universal yang mampu menyatukan hati dan memperkuat identitas bangsa,” ujarnya.

    Sementara itu, Ketua STAI KH. Abdul Kabier, Ahmad Yuri Alam Fathullah, M.Ag., menegaskan bahwa Kongres Budaya Banten merupakan bagian dari komitmen kampus dalam menjaga warisan budaya dan membangun karakter mahasiswa.

    “Kongres Budaya Banten adalah wujud nyata komitmen kampus dalam menjaga warisan budaya sekaligus menanamkan nilai-nilai religius, kebersamaan, dan tanggung jawab sosial. Kami berharap kegiatan ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan pelajar untuk terus berkontribusi dalam membangun masyarakat yang berkarakter dan berbudaya,” tuturnya.

    Ketua Pelaksana, Anggi Saputra, juga menyampaikan harapannya agar kegiatan ini menjadi momentum refleksi bagi generasi muda.

    “Ajang ini adalah momentum bagi kita semua untuk kembali mengingat, meresapi, dan mengambil nilai-nilai baik dari budaya serta tradisi yang telah diwariskan. Dengan begitu, generasi muda tidak hanya mengenal budaya, tetapi juga mampu menjadikannya sebagai pedoman hidup yang penuh makna,” ungkapnya.

    Melalui penyelenggaraan Kongres Budaya Banten 2026, mahasiswa PGMI STAI KH. Abdul Kabier membuktikan bahwa kampus tidak hanya menjadi pusat pengembangan akademik, tetapi juga ruang pelestarian budaya dan pembentukan karakter generasi penerus bangsa.

    RED (RF)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *